Sunday, August 15, 2010

untukmu : malam teristimewaku

aku mulai tergerak untuk berfikir akan ide yg mati perlahan2
tersungkur dalam ketidakpastian lambang atas ego yg makin menumpuk
kemudian sejenak langkah berhenti dan sangat sulit untuk menolak keinginan
organ penglihatanku ke belakang

disana,
dibelakang sana,
aku melihat kamu bersamanya, menari dan..
sumpah aku tidak ingin melihatnya lagi
kamu menciumnya, di depanku!!

aku menangis, KETAHUILAH ITU
bahkan saat sekarang ini,
saat melihat kenangan saat bibirmu menyentuh kulit wajahnya..
seperti terpercik api di tengah perapian besar

tapi AKU MENCINTAIMU,
ato setidaknya kamulah yg membuatku yakin
bahwa aku mampu dicintai seperti apa aku adanya

kemudian pena yg mulai padam mulai berfungsi kembali
menuliskan kenangan demi kenangan yg aku lalui bersamamu
pertanyaannya, MENGAPA AKU MENULIS SEMUA INI???!!!
apa aku ragu pada kamu?
aku merasa terancam ?
ato karna aku tau kehilangan kamu akan menyakitkan??

kemudian, aku melaluinya dengan mengingat
betapa kesabaranlah yg mmenangkan aku dalam setiap pertempuran..
dan kamu,
adalah sebuah tujuan yg hidup
apa kita akan seperti berbagi setiap hal??
ato hanya berjawantah sampai akhir??

yang jelas, apapun itu akhirnya
aku hanya ingin menggenggammu dengan utuh,
aku tidak mau terbagi..

dan karna akhir itu adalah sekarang
hari ini bukan di belakang, dan kamu masih utuh dan selalu meyakinkan
akan ada disisiku
apapun yg telah, sedang ato akan terjadi..

No comments:

Post a Comment