Friday, January 28, 2011

putus

ya.. seperti judulnya, gue kesel bok.
gue putusin aja tuh cowo gue!
lo tau ga sii, gue udah peringatin dia untuk tetep hubungin gue dlm keadaan apapun.
tapi, mana buktinya? BULLSHIIIIIIIIITTT gak ada buktinya sama sekali. mending deh ya dia tuh sms gue lah kalo ga bisa telpon.
tp ini tuh ngga sama sekali,.
aduuuh cowo macem apa itu dia, kampret!!!

Sunday, January 23, 2011

cermin

aku dan kamu bertransformasi satu sama lain,
menghilang dari jalan gelap yang penuh batu,
berjalan diterangi temaram obor pada sudut harap,
apakah kita mampu menyalakan sinarnya,
agar lebih berpendar,
agar lebih jelas..
berjalan diatas tanah seperti apakah kita..

kemudian didepanku dan kamu tampak ada sebuah cermin,
kotor dan berdebu,
dan mengganggu pandanganku akan pemandangan di depan,
meski harus melangkah maju,
namun cermin tersebut memantulkan pemandangan kelam di belakang,

katakan sayang,
saat kita tiba diujung sana,
apakah bias cermin ini akan padam?
atau justru aku yang makin tertatih, karna apa yang terbentang
tak sanggup aku kendalikan..

diamlah sejenak, peluk aku ditengah jalan ini,
yakinkan aku, lebih dan lebih lagi,
bahwa diujung sana ada sebuah pelangi
pantulan semua yg terjadi di masa lalu, adalah mayat
mayat beku yg tidak akan pernah berarti untuk kamu..

genggam tanganku dan tatih aku bila perlu
aku terlalu takut pantulan itu menghancurkan
dan ratusan mil yg kita tempuh akan binasa
seperti mimpi, seperti jawantah hilang kendali..

tentang sore ini

sore ini saya sudah menjadi orang bodoh!

ga tau apa dan kenapa ini musti terjadi, salah siapa dan siapa juga yg harus disalahin.
nah loh.. gue bingung sebingung-bingungnya..
awwwhh realy NOT Like this moment!

disaat seperti ini saya benar-benar membutuhkan seseorang..
saya ga tau jalan mana yang harus saya pilih, kesana kah ketempat dia yg terdahulu sudah singgah sebelum kamu..
ya kamu, kamu yg sekarang lagi ada di hadapan saya..

sejenak saya tersadar, kalau apa yg udah kita dapet itu belum tentu untuk selamanya.
HELLO! bener banget. gue gak tau ini akan berakhir kaya gimana..
seperti apa dan bagaimana nanti saya hanya mengikuti waktu yg berjalan aja.
gak mau muluk-muluk deh gue harus ikutin mau gue,.

dan perbincangan tolol itu pun dimulai.
"berarti kemaren itu kamu ga jadi ke bogor kan?"
"terus yg kamu bilang kamu jam 3an mau kabarin aku itu apa?"
"terus kamu bilang kamu mau balik kejakarta kan?"
"makan bakso?"
lalalalala.. gue bingung mau bilang apa ya?
gue tau gue ini lagi boong sm dia, tp percayalah boong ini cuma demi kebaikan..
"sekarang terserah kamu deh ya. aku ikutin kamu aja"
nah loooh.. kalo gue udah digituin gimana? apa yg harus gue lakukan?
gue emang ga pernah bisa jawab pertanyaan maupun apapun deh yang berhubungan sama orang yg gue sayang..
itu lah kelemahan gue, gue cuma bisa diam.. ngeliatin dia. bengong.. haha bego ya gue..

aduh puyeng.. tulisan ini tertunda gara-gara sekwan dikantor gue getok2 pintu dan gue ketoilet juga pengen pipis..
udah ah, gue bingung mau tulis apa lagi.. biarin aja ga nyambung,
gue lagi ga ada inspirasi.. cailaaaah gueeeee hahaaha bye :)

malu

saya tidak pernah merasa bodoh seperti ini sebelumnya, setelah semua yang saya mau saya dapatkan..
tapi kali ini saya seperti buaya yg bener-bener dikadalin..
saya mengenalnya kurang lebih dua bulan, selama ini berjalan dengan sangat baik-baik saja,
tanpa adanya kekecewaan maupun kekesalan,,
tapi kenapa kali ini saya merasa kalau saya ini bodoh. saya memang membohonginya from our first hello..
tapi baik-baik aja kok sampai beberapa hari yg lalu,,

aduh apa sii ni gue? kok curhat malah ga jelas gini jadinya?

aaah syiiiiiiiiiiiiit.. saya menipu tapi malah saya yang tertipu.

DAMN!!!!

Monday, January 10, 2011

last note from bee..

18:45
Lima jam empat puluh lima menit lewat beberapa detik sebelum malam pergantian tahun.

Aku terdiam dibalik stang motor ditengah kemacetan jalanan sambil mendengarkan lantunan lirik yg sudah diulang keseribuan kali dlm satu minggu ini "Anywhere you go, I'll follow you down. Anyplace but those I know by heart. Anywhere you go, I'll follow you down" lalalalaa nge-down...... Haha geblek

19:50
empat jam lima puluh menit lewat beberapa detik sebelum malam pergantian tahun.

Aku masih terdiam dibalik stang motorku, duduk dengan manisnya diatas motor dengan memandang langit..

Langit pun cemburu pada kembang api yg lebih dinanti. Tanpa sinar bulan malam pun sudah terlihat warna-warni. Dan tdk ada satupun bintang yg aku lihat! Dan dari tempat dudukku sini aku melihat sekelilingku, seseorang berdiri diatas motornya, tak sabar dengan kemacetan. Suara klakson semakin mengencang, tawa seorang perempuan muda sambil memeluk pinggang kekasihnya, anak2 kecil bertelanjang kaki berlari kecil ditengah ruas jalan yg dihalangi polisi yg msh asik meniup pluitnya. Dan aku termenung melihat langit. Tanpa tau dmn saya akan melewati malam terakhir ditahun ini, entah dijalan ranco yg panjang ini atau dimana. Tp aku ingin pergi dr tempat itu dngan segera. Dimana keberadaanku sudah seperti seorang tamu asing yg bisa ditinggalkan tuan rumah yg sibuk melakukan hal lain.

Tanpa tau dimana saya akan melewati malam terakhir ditahun ini.
Hem.. setidaknya saya sudah mengambil keputusan yg paling tepat td. Ya, dirumah sang kekasih. karena sudah asik memandang langit, saya hampir lupa. Saya ingin melewati malam terakhir ditahun ini bersamanya. Ya bersamanya sambil menjelang awal 2011.

00:00
Selamat tahun baru.
Selamat tinggal 2010, tahun istimewa. Tahun penuh kenangan.

00:01
2011, akan seperti apa lagi cerita hidup yg akan ditulis oleh tahun ini?
Tidak. Kali ini, aku yg akan menulis cerita.

berjalan diatas pelangi

Saya seperti sedang berjalan mengambang di atas awan..
Hampir setiap langkah yang berderap tak mampu saya rasakan lagi,
Gerak tubuh saya terasa asing..
Mata saya mengarah tapi pikiran saya tidak..

Entah apa yang saya pikirkan..
Saya seperti melayang tanpa tanah di ujung kaki-kaki saya..

Mendengar sebuah bisikan hangat di telinga
“Hey Dia akan datang.. dan kamu akan segera tahu bahwa dialah orangnya..”
Berpijaklah saya menyusuri sebuah jalan yang mengantarkan saya kepada pelangi..

Siapa yang tidak suka melihat pelangi?
Semua suka dengan pelangi..
Kombinasi warna yang begitu apik, menarik dan indah..
Membiaskan sebuah senyum di langit yang tak biasa..

Satu persatu warna yang ada di pelangi mengingatkan saya akan perjalanan dan makna dari segenap cerita panjang..
Saya jadi sadar bahwa pelangi yang selalu dinanti itu bukan sebuah bentuk yang dapat dihitung dalam bilangan satu, tapi pelangi adalah himpunan dari beberapa satuan warna.
Oleh karenanya pelangi selalu terlihat indah karena gabungan warna-warna..

Suatu hari di masa lalu..
Saat saya berjalan di sebuah danau yang indah..
Saya melihat pelangi yang begitu menawan..
Berbagai warna saya perhatikan..
Hingga tanpa sadar kaki – kaki kecil saya melangkah menginjak pelangi..

Saya coba berjalan di garis MERAH..
Merah begitu menggoda, Percaya diri, menarik dan selalu jadi pusat perhatian..
Mungkin karena kombinasi sifat-sifat tersebut, Merah jadi tak setia..
Merah egois dan mudah marah..
Membuat saya menjadi pengecut hati..

Saya coba lagi berjalan di garis JINGGA..
Jingga hangat banyak tersenyum, sangat bijak, terlalu dewasa..
Saya jadi agak canggung jika bersama Jingga..
Tidak dapat jadi diri sendiri..
Saya jadi orang lain bersama Jingga..

Saya berjalan di atas garis KUNING..
Saya selalu suka si Kuning yang penuh keceriaan!!
Kuning adalah khayalan tanpa beban..
Sungguh kamu yang akan selalu saya butuhkan disaat saya muram!
Namun sayangnya si Kuning tak mampu melambungkan angan
Karena ia tak mampu menunjuk arah dan tak sanggup menaiki tangga yang lebih tinggi..

Saya kembali mencoba melangkah di garis HIJAU..
Hijau sangat down to earth..
Hijau penuh ketulusan.. berjiwa sosial.. setia.. tak banyak basa-basi
Namun sepertinya si Hijau kurang cocok dengan saya..
Sifatnya yg to the Point banyak memberi kejutan pada saya..
Kaget karena sifatnya yang frontal kadang terlalu memaksa..
Maaf saya tak bisa dengan Hijau yang terlalu cuek..

Pada lintasan BIRU..
Saya belajar tentang ketenangan..
Sifatnya yg dingin mampu seimbangi saya dalam gejolak emosi.. penuh kejutan.. dan tak terbaca
Hmm.. Saya suka dengan si biru misterius..
Tak begitu banyak kekurangan dari si Biru,
Yang ada malah kekurangan si Biru membuat saya penasaran setengah mati..

Lintasan NILA..
Nila yang simple.. berkepribadian baik , Ceria dan pandai menempatkan diri..
Mungkin terlalu sempurna..
Saya jadi kurang percaya diri menandingi kesempurnaan si Nila..
Nila adalah Perfect
Tak ada yang kurang pada Nila, namun saya jadi merasa kurang baik dan tak pantas untuk Nila..
Bagaimanapun saya akan selalu suka dengan Nila.. :)

Kali ini saya berjalan di lintasan UNGU..
Ungu tegas, selalu tau apa yang dia mau, pekerja keras namun agak angkuh..
Wow.. saya acungi jempol untuk kepandaian dan kerja keras Ungu beserta semua idealisnya..
Namun saya jadi kurang Fun dengan si Ungu..
Bisa dibilang saya kurang “Klik”
Ungu terlalu serius..
Malah jadi tegaaaaaang..

Seperti yang saya tulis di bait pertama :
“Saya seperti sedang berjalan mengambang di atas awan..”
Kini saya tak menapak di warna apapun..
Mengikuti telapak kaki ini berjalan, saya jadi tau apa yang saya butuh..
Sadar sih kalo tidak akan pernah ada yang sempurna..
Namun saya ingin berjalan diatas Pelangi..
Bukan berjalan di satuan warnanya..
Tapi mungkinkah bisa berjalan di atas pelangi??

Bisakah??

Akankah??

Kembali lagi saya bicara pada diri sendiri
“Siapa yang tak ingin berjalan di atas kombinasi keindahan pelangi? Semua orang pasti ingin..”

Siapa yang tak ingin :
MErah yang menggoda, Percaya diri, menarik dan selalu jadi pusat perhatian
JIngga yang dewasa..
KUning yang penuh keceriaan!!
HIjau penuh ketulusan.. sangat berjiwa sosial.. setia..
BIru yang tenang, penuh kejutan dan selalu membuat penasaran..
NIla yang simple.. Ceria,pandai menempatkan diri dan sangat baik..
Ungu yang tegas, selalu tau apa yang dia mau, pekerja keras..

Sumpaaaaah PELANGI ITU SEMPURNA..
Lihat saja perpaduan warna dan karakter di atas..

Siapa saja yang melihat pasti bilang..
“Mauuuuu..”

Padahal semua orang tau..
Sempurna itu tidak akan pernah ada dalam ukuran manusia..
Ya ya ya..
Saya mau cari pelangi saya sendiri..
Menurut versi saya, pelangi tak perlu terdiri dari MEJIKUHIBINIU..
Bisa saja tanpa Merah
Mungkin saja tanpa Kuning..
Dan mungkin saja tanpa warna-warna yang lain..

Yang jelas..
SAYA MAU BERJALAN DI ATAS PELANGI..