Sunday, June 12, 2011

lama gak nyampah, sii gigi udah ganti baju..hihi

hallo gigi..
lama gak liat2 kamu aku jd ambigu gini..
bingung mau ngapain,..
eh senangnya ya kamu.. udah ganti lagi ne bajunya..
hehe tapi maaf ya gigi, gara2 aku ganti2 kamu malah ga jelas gini warnanya,
abis aku pengen lebih berwarna lagi aja.. biar kamu jg lebih berwarna lagi..
yukk ah kita kotorin kamu lagi.. aku mau pake warna merah buat kotorin kamu ya,,
maaf ya gigi...

Tuesday, May 31, 2011

And I wish you could give me the cold shoulder
And I wish you could still give me a hard time
And I wish I could still wish it was over
But even if wishing is a waste of time
Even if I never cross your mind

Sunday, May 15, 2011

hatimu hatiku hati-hati..

Friday, February 18, 2011

Saya dan Malam ini

malam ini saya tak tahan untk ga nulis dan menangis.

Saya dan sii pinky february ini bnyk melihat warna baru & perubahan yg saya buat..

Harapan ditengah kesederhanaan permintaan terhadap Tuhan..

Saya ga minta yg neko2..

Saya minta saya berubah menjadi yg lbh baik & menemukan org yg tepat..

Meninggalkan smua hal yg manis memang tak mudah, tp tetap dititik yg dipenuhi kecewa berulang kali membuat saya seperti patung yg tak dpt berjalan dan tak mampu membuka langkah hati..

Tuhan bisikan kpd saya mlm ini..

Saya hrs berjalan merubah arah dan membuka lembar yg benar2 baru bukan hanya sekedar "kata" yg berulang diujung lidah ini..

Drama ini saya sudahi..

Maaf tak mampu berucap selamat tinggal pd smua hal yg membuat saya tersenyum, bahkan tertawa terbahak2 beberapa tahun ini..

Mungkin lbh manis sebuah perpisahan tanpa kata "Selamat Tinggal"..

Mungkin lbh manis tanpa "Kecup di kening tanda pertemuan terakhir"..

Mungkin tak perlu "Pelukan terakhir diujung cerita"..

Hembusan kata2 terdengar lirih dihati..

Kesempatan tak hrs slalu diucapkan dgn kalimat..
Dan saya pernah berikan itu lbh dr sekali..

Ditempat ini, di tempat saya duduk saat ini adlh tempat yg sama 4 thn kurang 2 bln 23 hari.. Tepat smuanya terjadi..
Dimana saya tak mampu berkata dan berusaha tenangkan diri dan grogi yg membuncah luar biasa dihati dan otak saya..

Seribu org berkata hal yg sama ttg masa lalu yg akan tetap menjadi masa lalu..
Seribu org bilang akan tiba saatnya saya mengerti arti perjalanan & petualangan yg membuat saya asing dgn diri saya sendiri..

Tp hanya Tuhan yg mampu menyentuh saya dan mendorong saya berkata :

I guess Im done..

For my last cry..

sebenarnya sii, intinya cuma Kamu-

Sekelompok orang membangun peradabannya sendiri. Dibentuklah suatu kota bernama Jakarta yg memiliki rupa tersendiri disetiap sudutnya.Dari dalam mobil, saya yg duduk di kursi sebelah kursi pengemudi, melihat peradaban yg dibentuk masyarakat kota ini. Bangunan2 membuatnya padat.Lelaki berkemeja putih turun dari kopaja, mengejar metromini sebelahnya. Ada pula mbak2 bersandar pada tiang billboard. Semua menyiratkan lelah."Tanpa hujan, walau panas, kota ini sudah terlalu becek dihujani air mata".. atau "Gang sempit didaerah kumuh sudah tidak muat lagi dilewati bonek".Kata orang desa di daerah Jawa yg saya temui, "Katanya di Jakarta enak, semua ada. Walaupun mahal, tapi gaji besar". Enak? Hati kecil saya berkata iya.Sesering apapun saya mendengar murkaan, sesering apapun saya mengucap serapah, saya memilih kota ini untuk ditinggali dengan menikmati risikonya.Titik yg mempertemukan ragam budaya. Satu Indonesia tahu apa itu Jakarta. Daratan yg mungkin sebentar lagi akan tenggelam menanggung beban.Saya lahir dari orang tua yg dilahirkan dan dibesarkan pula di kota ini. Sayapun tidak keberatan jika harus berbagi dengan para pendatang.Saya rela berbagi kemacetan, saya rela berbagi pandangan lampu kota, saya rela berbagi tempat untuk berdiri di transportasi umum.Hanya saja, saya terlalu menyukai kota ini.. Terlebih ketika saya menemukan kamu di kota ini (halah cyiiiin intronya panjang amat, hahaha!)